Tulisan ini mencoba menguak pandangan neo-modernis, sebagai repreentasi dari sikap kedua yaitu Fazlurrahman, Farid Esack, Nurcholish Majid dan Abdurrahman Wahid. Pada akhirnya penulis berkesimpulan bahwa keempat tokoh tersebut memiliki pandangan yang sama bahwa secara historis-sosiologis, pluralime keagamaan merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari, bahkan sudah menjadi suatu keniscayaan. …
Tesis (M.A.) - IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2001.
Bibliografi: Hal.187.
Bibliografi hlm. 196-198.
indeks hlm. 259-263.