Terkadang masyarakat awam [kebanyakan] lebih normative [daripadamasyarakat agama yang berorientasi sangat tekstualis sekalipun] baik kesadaran normativitas itu yang didapatkan melalui dogma yang bersumber dari mitos ataupun dogma budaya, yang keduanya sama-sama diabsolutkan. Tidak ada sensitivitas immanent jika menjadikan budaya sekedar rekayasa melalui konstruksi sosial, demikian pula kebalika…
Melihat perkembangan beberapa pesantren pada akhir-akhir ini, terlihat kecenderungan mereka bergerak melalui jalur yang lebih dekat kepada nilaieksklusifitas, khususnya dalam segi pengembangan intelektual. Padahal, jika melihat dari akar sejarah berdirinya, pesantren dimunculkan oleh orang-orang atau kalangan yang telah sebuah pengembaraan ilmiah yang sangat tinggi, melalui pertemuan berbagai m…
Perkembangan kehidupan manusia berjalan melewati tiga masa, pertama masa ruhiyah, masa ini merupakan mas ruh menerima amanah dari Allah. Kedua masa insaniyah masa ini merupakan masa menjalankan amanah dari Allah, manusia dalam masa insaniyah melalui beberapa periode yaitu periode prakonsep, periode sebelum lahir, periode shadiqh, periode thifl, periode tamyiz, periode baligh, dan periode kearif…
Dalam sejarah Islam di Indonesia, setidaknya ada dua poa pikir yang menjadi kekuatan sosial, yakni konservatifisme atau tradisional dan progresifisme atau modern. Kedua pola itulah yang mendominasi pemikiran dan pemahaman terhadap Islam di Indonesia. Kemudian muncullah pola pikir yang berusaha menggabungkan dua poa tersebut, yakni yang dikenal dengan neo-modernisme. Aliran ini tumbuh diresepsi …
This study aimed to find out a subtantive theory on the process of change of private madrasah, emphasizing personnel development and communities socio-cultural chracteristics. The study implemented a qualitative approuch at four private Madrasah Ibtidaiyahs. The result indicated that the MIS were firstly founded by kiais as informal and later bacame formal education institutions. The MISs were …
Tujuan dari penulisan ini adalah agar masyarakat pedesaan dapat mandiri dengan melakukan wirausaha di tempat tinggalnya. Kedua, mekanisme kegiatan, yaitu pelaksanaan teknis secara menyeluruh dari tingkat pusat sampai daerah, yang dikoordinasikan oleh bagian kesekretariatan negara, agar tiap daerah dapat mengadakan kegiatan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Ketiga, sarana dan prasarana yang d…